12 Manfaat Spa Treatment Bagi Kesehatan Dan Mental

Apakah Moms tahu bahwa perawatan spa untuk kesehatan dan kecantikan sudah ada sejak zaman Romawi?

Pada zaman dulu, orang Romawi membangun pemandian untuk tentara yang pulang dari perang sehingga membantu meredakan gejala kelelahan.

Berasal dari era|period Romawi, budaya spa ini sekarang menjadi sorotan di seluruh dunia dimana orang-orang khsususnya wanita, melakukan pijat yang berbeda-beda, sesi aromaterapi, serta perawatan kecantikan.

Semua fasilitas ini memberikan bantuan yang serius serta manfaat kesehatan fisik & mental|psychological.

Saat ini, iklan tentang layanan spa cukup memikat dan sulit untuk dilewatkan.

Suasana tenang yang menampilkan orang-orang yang sedang santai dan hingga tampil cantik, seolah sangat menjanjikan.

Faktanya, dari spa harian hingga spa akhir pekan bahkan layanan liburan spa selama seminggu, bagaikan bentuk relaksasi ‘sehat’.

Dikutip dari WebMD, survei tahun 2006 oleh International Spa Association (ISPA) melaporkan seperempat dari semua orang dewasa di Amerika Serikat atau sekitar 57 juta orang ditambah 4 juta remaja, setidaknya pernah melakukan treatment|remedytherapy spa.

Di antara alasan yang dikutip, manfaat spa yang mereka rasakan adalah mengurangi dan menghilangkan stres, meredakan nyeri sendi dan otot, atau sekadar merasa dirinya menjadi lebih baik.

Dan para ahli mengatakan temuan survei itu tidak mengejutkan mereka.

Psikiatri asal New York University Virginia Sadock, MD., mengatakan pergi ke spa adalah cara merawat diri yang dapat diterima secara psikologis dan budaya.

Dengan spa, kita dapat membawa perasaan yang butuh diperhatikan dalam jangka waktu tertentu dan seringkali hal itu dapat membantu seseorang mengatasi stres dengan lebih baik.

“Sebagian besar perawatan spa melibatkan sentuhan dan hal ini adalah elemen kunci dalam membantu kita rileks dan merasa lebih baik karena kontak fisik penting untuk kesejahteraan kita. Bahkan jika sentuhan itu dari orang asing dan orang asing itu adalah seorang profesional yang memanjakan Anda, maka sentuhan itu akan memberi efek menguntungkan,” kata Sadock.

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 3.300 pegawai pemerintah Jepang, frekuensi penggunaan spa dikaitkan dengan kesehatan fisik dan mental|psychological yang lebih baik, termasuk kualitas tidur yang lebih baik dan hari sakit yang lebih sedikit.

Dalam studi serupa pada data|knowledge|information Jerman yang dilakukan oleh para peneliti dari Florida State University dan George Mason University, terapi spa mengurangi ketidakhadiran dari pekerjaan dan okupansi rumah sakit atau rawat inap.

Jadi, apa saja sebenarnya manfaat spa bagi kesehatan dan mental|psychological seseorang?

1. Menghilangkan Stres

Tak perlu diragukan lagi bahwa mengunjungi spa adalah cara yang fantastis untuk bersantai dan menghilangkan stres.

Kunjungan ke spa menawarkan kesempatan besar untuk memisahkan diri Moms dari pemicu stres sehari-hari dan memiliki ‘me time’ yang berharga.

Spa akan membantu Moms memberikan waktu untuk diri sendiri agar dapat beristirahat dan bersantai.

Dengan spa, Moms juga dapat memperoleh manfaat tambahan, seperti pikiran yang jernih dan produktivitas yang meningkat setelahnya.

2. Anti-Aging
Banyak tempat perawatan spa sebenarnya juga dapat menawarkan layanan facial yang bermanfaat sebagai anti-aging|growing older|getting older.

Facial diketahui membantu menunda dan mencegah timbulnya kerutan dengan menstimulasi sel kulit dan melembabkan kulit.

Selain itu, memberi diri Moms waktu untuk bersantai atau ‘me time’ dan menghilangkan stres, rupanya merupakan teknik anti-aging|growing older|getting older yang bagus!

Mungkin sulit untuk menyediakan waktu untuk relaksasi sehari-hari, tetapi meluangkan waktu untuk diri sendiri di spa bisa sangat menguntungkan.

3. Membantu Tidur Lebih Nyenyak

Jika Moms kerap merasa kesulitan tidur, salah satu dari banyak manfaat melakukan {treatment|remedy|therapy} spa membantu mengatasi hal tersebut.

Ini karena spa menawarkan pijat yang benar-benar dapat mengendurkan otot dan menurunkan tekanan darah.

Pijat dari spa juga membantu Moms menjaga detak jantung yang sehat, di mana semuanya berkontribusi pada tidur malam yang lebih nyenyak.

4. Mengatasi Nyeri Sendi
Selain membantu Moms agar lebih rileks, spa juga dapat mengurangi nyeri otot dan sendi yang berhubungan dengan stres.

Jadi jika Moms menderita nyeri otot yang tidak berhubungan dengan gangguan fisik apa pun, maka merawat tubuh Moms dengan spa akan membuat tubuh Moms merasa lebih baik.

5. Mengurangi Berat Badan

Ada berbagai teori tentang hubungan antara perawatan spa dan penurunan berat badan dan banyak yang mendukung hubungan antara kedua hal tersebut.

Perawatan hot|scorching|sizzling spa dapat membuka pori-pori kulit, membantu tubuh menangkal racun, dan juga mendorong tubuh untuk membakar kalori.

Selain itu, pijatan jaringan dalam dapat membantu tubuh memecah timbunan lemak melalui tekanan dan gesekan yang terjadi pada kulit.

Tentu saja, semua ini perlu didukung dengan diet|food regimen|food plan dan olahraga untuk mendapatkan efek yang pasti, tetapi alangkah baiknya mengetahui bahwa Moms bisa sedikit membakar kalori dan melawan selulit di tubuh saat menerima perawatan spa.

6. Meningkatkan Aliran Darah dan Sirkulasi
Manfaat luar biasa lain dari pijat tubuh terutama jika sering dilakukan adalah mengatur tekanan darah dan juga meningkatkan sirkulasi darah.

Pijat dan spa memiliki banyak efek menguntungkan bagi kesehatan Moms, termasuk dukungan untuk membantu tubuh melawan penyakit.

7. Untuk Kesehatan jantung

Para ahli mengatakan bahwa berada di dalam air juga berarti melakukan senam jantung, karena air dapat meningkatkan volume|quantity jantung melalui tekanannya pada tubuh.

Dengan kata lain, ketika Moms memilih layanan water spa, maka jantung Moms akan mulai bekerja lebih keras dan ini pada akhirnya akan membantu tubuh agar tetap sehat.

8. Membantu Melawan Diabetes
Beberapa penelitian tentang efek perawatan spa menunjukkan bahwa hal itu dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Tentu menyenangkan ketika membayangkan spa yang membuat Moms nyaman dan rileks, ternyata bermanfaat dalam menjaga kadar gula darah Moms?

9. Mencegah Varises

Berdiri sepanjang hari dapat benar-benar mulai berdampak buruk pada tubuh Moms.

Berdiri untuk jangka waktu yang lama dikaitkan dengan pengembangan varises, yaitu vena yang membengkak dan membesar.

Namun, pijat kaki yang Moms dapatkan saat spa membantu mencegah timbulnya varises.

Jika Moms sering berdiri sepanjang hari, maka manjakan kaki Moms dengan pijatan yang pantas!

10. Untuk Meningkatkan Kebahagiaan
Di antara banyak manfaat perawatan spa adalah efek biologisnya pada tubuh, terutama terkait dengan tingkat kebahagiaan seseorang.

Pijat di spa dikenal dapat melepaskan serotonin atau hormon yang terkait dengan kebahagiaan dan dengan demikian, dapat membantu meningkatkan suasana hati Moms.

Ini tidak hanya pada saat pasca-pijat, tetapi Moms juga dapat menuai manfaat ini pada hari-hari .

11.Mengurangi Sakit Kepala

Banyak dari kita yang mudah sakit kepala sesekali, tetapi sakit kepala bisa menjadi lebih sering selama periode stres yang tinggi.

Untungnya, salah satu manfaat cemerlang mengunjungi spa adalah banyak perawatan, seperti pijat kepala dan pijat tangan yang dapat berkontribusi untuk mengurangi frekuensi sakit kepala.

Alasan di balik ini adalah bahwa pijatan membantu meredakan ketegangan yang sering menyebabkan sakit kepala.

12. Menjaga Kesehatan Kulit
Jika Moms memiliki masalah kulit atau wajah yang terasa sangat kering, perawatan wajah dapat membantu membersihkan dan melembabkan kulit secara menyeluruh dengan memberinya nutrisi yang dibutuhkan untuk terlihat cerah dan bercahaya.

Seperti manfaatnya sebagai anti-aging|growing older|getting older, facial yang berkualitas dapat membantu meredakan masalah-masalah di wajah dengan membersihkan dan melembabkan kulit secara menyeluruh.

Efek Negatif Spa
Dengan segudang manfaatnya, Moms juga harus mempertimbangkan efek negatif dari sebuah perawatan spa.

Dokter kulit Ellen Marmur, MD, mengatakan bahwa dia paling mengkhawatirkan risiko bagi pengguna spa yang mencari bantuan untuk masalah kulit, seperti dermatitis atau psoriasis.

Menurut Marmur, setiap kerusakan pada kulit dapat meningkatkan risiko penularan kuman dari area|space permukaan seperti meja, bak mandi, dan bahkan batu panas atau benda lain yang diletakkan di permukaan tubuh selama perawatan.

“Beberapa perawatan spa seperti lulur pada seluruh tubuh sebenarnya dapat meningkatkan risiko lebih jauh dengan menciptakan robekan mikroskopis di kulit yang bertindak sebagai pemicu bagi kuman untuk masuk ke dalam tubuh. Ketika petugas spa tidak memakai sarung tangan, maka di situ ada risiko penularan penyakit yang menjadi lebih besar,” kata Marmur.

Philip Tierno Jr., PhD, direktur mikrobiologi di New York Univercity Medical Center dan penulis The Secret Life of Germs, mengatakan perawatan spa berisiko lainnya adalah manikur dan pedikur, di mana ada kekhawatiran jika instrumen tidak dibersihkan dengan benar.

Faktanya, di masa lalu terdapat wabah infeksi bakteri jahat yang menyebabkan bisul kulit dan ketika dilacak, itu berasal dari kondisi tidak sehat di salon manikur-pedikur.

“Saya selalu menyarankan untuk membawa instrumen Anda sendiri. Ini jauh lebih aman daripada dirawat dengan apa pun yang mereka suplai,” tuturnya.

Kekhawatiran serupa berlaku juga pada layanan water spa yang memungkinkan adanya penyebaran bakteri pada kolam air hangat yang mungkin jarang diganti.

Ini termasuk ketika water spa menggunakan klorin untuk membunuh kuman dan bakteri di kolam, yang mana hal itu tidak bermanfaat maksimal.

Tierno mengungkapkan bahwa dalam banyak perawatan spa yang melibatkan air, termasuk mandi pusaran air panas, sangat jarang mereka mengganti air.

Mereka memasukkan beberapa klorin untuk menekan jumlah bakteri, tetapi ini sama sekali tidak membasmi organisme sepenuhnya.

Sementara para pengusaha spa mengatakan beberapa kuman akan menyerah pada klorin yang memiliki ‘biofilm’ atau sejenis perekat molekuler yang mengikat beberapa organisme bersama-sama termasuk yang menyebabkan penyakit Legiuner, hal itu tidak akan banyak berpengaruh.

“Anda akan membutuhkan 1.500 kali lipat jumlah yang biasanya digunakan untuk membunuhnya kuman dan bakteri dalam air panas. Anda akan membunuh orang sebelum Anda membunuh organisme tersebut,” kata Tierno.