Perbedaan Mengenai Asuransi Kesehatan dan BPJS Kesehatan

Asuransi kesehatan dan BPJS kesehatan merupakan 2 hal yang sama-sama penting dan saling melengkapi. Bahkan BPJS juga telah bekerja sama dengan pihak-pihak asuransi swasta dalam program CoB (Coordination of Benefit). Hal ini bertujuan apabila seluruh biaya perawatan tidak bisa dicakup oleh BPJS kesehatan. Maka pasien dapat mengajukan kekurangan tersebut menggunakan asuransi swasta.

Tak sedikit yang beranggapan bahwa asuransi kesehatan sama dengan BPJS kesehatan. Nyatanya, BPJS kesehatan merupakan jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah guna membantu masyarakat yang mendapat penanganan medis. Sementara asuransi kesehatan merupakan pertanggungan asuransi dari perusahaan swasta yang sesuai dengan polis asuransi.

Dalam BPJS kesehatan, pengguna bisa memilih sendiri kelas sesuai dengan keinginan dan kemampuan. Sementara pada asuransi kesehatan, memiliki aturan sendiri dalam menentukan nominal iuran atau sering juga kita sebut premi. Karena asuransi kesehatan swasta tidak mendapat subsidi dari pemerintah, premi tersebut terbilang lebih mahal.

Perbedaan Asuransi Kesehatan dan BPJS Kesehatan

Salah satu yang menyebabkan seseorang lebih memilih satu saja antara asuransi kesehatan dengan BPJS lantaran pandangan yang keliru. Banyak orang yang memandang buruk mengenai pelayanan BPJS kesehatan tanpa melihat keuntungan lainnya. Tak hanya bisa memilih besaran iuran, BPJS kesehatan juga memberikan proteksi kesehatan tanpa pengecualian jenis penyakit.

Di sisi lain, banyak juga masyarakat yang beranggapan bahwa ketika sudah mempunyai BPJS, maka sudah tidak membutuhkan asuransi kesehatan. Meskipun BPJS kesehatan melindungi pasien dari segala risiko medis, namun proteksi ini tidak mencakup semuanya. Bagi yang membutuhkan proteksi kesehatan lebih privat dan leluasa dalam memilih, tanpa asuransi kesehatan hal ini tidak akan kita dapatkan.

Adanya BPJS kesehatan memang bertujuan untuk memudahkan seluruh lapisan masyarakat dalam memiliki akses kesehatan. Namun ketika melihat manfaat dan proteksinya, maka selain BPJS kesehatan kita juga membutuhkan asuransi kesehatan. Agar tidak bingung, berikut ulasan mengenai asuransi kesehatan dan BPJS kesehatan untuk bahan pertimbangan.

Iuran atau Premi

Untuk asuransi kesehatan, besaran premi bervariasi sesuai dengan usia, kebutuhan tertanggung, risiko kesehatan, dan lainnya. Hal ini berbeda dengan BPJS kesehatan yang mana besaran preminya sesuai dengan pilihan kelas. Nilai nominalnya pun terbilang lebih rendah bila kita bandingkan dengan besarnya premi pada asuransi kesehatan. Terlebih lagi para nelayan, pedagang, maupun freelancer, mereka bisa mendaftar BPJS Kesehatan dengan tarif kelas 3.

Selanjutnya mengenai denda pada asuransi kesehatan, pembayaran premi yang terlambat kemungkinan muncul risiko tidak sah. Sementara untuk BPJS kesehatan, telatnya pembayaran akan menimbulkan denda sebesar 2% terhitung dari besarnya premi yang dibayarkan.

Jaminan Biaya

Perbedaan antara BPJS kesehatan dan asuransi kesehatan juga terlihat dari jaminan biaya yang diberikan. Asuransi kesehatan memberikan jaminan biaya seperti obat, prosedur operasi, kunjungan dokter, kamar, serta jaminan kematian. Selain itu, juga memberi tambahan proteksi seperti biaya rawat jalan sesuai dengan kebutuhan. Namun pada polis ini, peserta tidak akan mendapat jaminan biaya yang menyangkut dengan kehamilan, gigi, serta optik.

Pengecualian apabila masalah ini timbul karena kecelakaan ataupun yang berhubungan langsung terhadap penyakit. Sementara untuk peserta BPJS kesehatan, manfaat yang diberikan cukup lengkap, bahkan mencakup perawatan kehamilan, gigi, dan optik. Bahkan BPJS juga menawarkan perawatan dalam hal penyuluhan KB, imunisasi serta terapi.

Anggaran

Prinsip penggunaan anggaran atau plafon antara asuransi kesehatan dan BPJS kesehatan hampir sama. Dalam hal ini, menyesuaikan pemilihan kamar rumah sakit yang digunakan. Pada BPJS kesehatan, peserta tidak akan mendapat batasan limit anggaran. Peserta akan mendapat perawatan di kamar sesuai dengan kelasnya, apakah kelas 3, 2, atau 1. Berbeda dengan asuransi kesehatan, peserta bisa memilih kamar sesuai dengan harga batasan dalam polis asuransi.